Caption / deskripsi singkat dari gambar diatas. |
KADUELA
– Mahasiswa dari Kelompok 47 KKN UNIKU 2019 melakukan survei kedua di Desa
Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, pada hari senin 15 Juli 2019.
Pelaksanaan
survei tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memantapkan wawasan kami mengenai
potensi desa yang bisa dimanfaatkan, sehingga data yang diperoleh bisa diolah
secara maksimal untuk kami siap mengabdi dalam pelaksanaan KKN yang akan
berjalan dari tanggal 23 Juli sampai 23 Agustus mendatang.
Dalam
survei kali ini, ada beberapa pihak yang kami telah datangi untuk menggali
informasi yang berkaitan yakni diantaranya adalah dari pihak karang taruna dan
BUMDES serta dari pihak pelaksana kegiatan seperti UKM di desa tersebut.
Desa
kaduela memang memiliki potensi wisata yang menjanjikan, salah satunya adalah
situ Ciceureum atau kita sering menyebutnya Talaga Biru. Namun, dengan adanya
survey ini diharapkan bisa mendapat informasi mengenai potensi yang lain yang
nantinya bisa kami munculkan atau unggulkan sehingga bisa menjadi daya tarik
pengunjung wisata atau bahkan bisa membantu perekonomian dan pembangunan di
desa tersebut.
Berdasarkan
hasil wawancara dengan salah seorang staf karang taruna sekaligus juga menjadi
bagian pihak dari BUMDES yakni bapak Jaja, kami mendapatkan beberapa informasi
yang sangat bermanfaat mengenai potensi lain di desa tersebut. Menurut beliau
memang benar yang paling menjadi ciri khas dari desa tersebut saat ini adalah
di bidang wisatanya, akan tetapi masih banyak beberapa potensi yang harus
dimaksimalkan dan dimunculkan. Tak hanya dari segi wisatanya saja tetapi dari
produk-produk yang bisa dihasilkan seperti dari UKM yang dilakukan oleh Ibu-ibu
di desa tersebut.
Jika
dilihat dari segi wisata, masih banyak hal-hal yang perlu dimaksimalkan yakni
diantaranya dari segi promosi dan pemasaran juga dari pengelolaan informasi
yang belum maksimal. Selain itu, kurangnya Tour
Guide menjadi hal yang perlu dipertimbangkan untuk memaksimalkan potensi
wisata tersebut. Namun yang menjadi sorotan kami disana khususnya di tempat
wisata, kami melihat belum adanya warung makan yang menurut kami adalah sesuatu
hal yang penting juga untuk diadakan. Tak hanya itu, produk cinderamata juga
merupakan hal penting yang perlu di ekpose, mengingat bahwa semua tempat wisata
tak lepas dari penawaran cindermata yang biasanya menjadi icon dari tempat wisata yang dikunjungi. Kaitannya dengan
cinderamata, desa kaduela memiliki salah satu UKM di bidang kerajinan yang
diberdayakan oleh Ibu-ibu disana. Selain itu, disananya juga perlu adanya
pemanfaatan dalam segi pencetakan foto pengunjung wisata, sehingga orang awam
tak perlu repot untuk mencetaknya. Tak hanya itu, menurut beliau juga tadinya
jika saja MOU antara investor dengan BUMDES berjalan dengan baik mungkin saja
bisa dimaksimalkan dalam hal percetakan sablon di baju.
Pihak
BUMDES di desa kaduela sangat antusias memberdayakan masyarakatnya agar lebih
maju. Segala upaya telah dilakukan termasuk studi banding ke tempat lain untuk
memperluas wawasan bagaimana cara yang tepat dalam mengelola potensi yang ada
di desa tersebut termasuk dari segi Sumber Daya, baik itu Sumber Daya Alam
maupun Sumber Daya Manusianya. Salah satu yang menjadi upaya dari pihak BUMDES
selain dari pemberdayaan dan pemanfaatan tempat wisata, pihak BUMDES juga
berupaya untuk menambah unit dalam pengelolaan Kolam Ikan, mengingat potensi
perairan yang baik tentunya bisa dimanfaatkan dalam hal perikanan. Namun,
menurut bapak Jaja, selaku staf Karang Taruna disana, hal tersebut belum bisa
dilaksanakan sepenuhnya mengingat pihaknya juga harus mencari tempat untuk bisa
merealisasikan unit tersebut.
Ada
hal menarik lainnya, yang menjadi pembicaraan, yakni buah nangka. Buah nangka
merupakan hasil perkebunan yang bisa dibilang menjadi salah satu potensi unggul
di desa tersebut. Pihak BUMDES lewat pemberdayaan UKM-UKM disana tadinya ingin
memanfaatkan buah nangka tersebut menjadi olahan makanan yang bernilai tinggi,
diantaranya kripik nangka, dan nangka panggang. Namun, terdapat kendala dalam
pengolahannya karena peralatan yang belum memadai dan mahal serta wawasan
mengenai tata cara pengolahannya masih belum bisa dimaksimalkan, apalagi buah
nangka yang hanya bisa dipanen secara musiman membuat pemanfaat dari buah
nangka masih kurang bisa dimaksimalkan. Kendati demikian, pihak BUMDES beserta
Karang Tarunanya, terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari
potensi di desa kaduela tersebut ujarnya.
Dengan
adanya pelaksanaan KKN oleh mahasiswa Universitas Kuningan yang dimotori oleh
kelompok 47 ini, diharapkan bisa menjadi penggerak dan pembaharu bagi
pemanfaatan potensi yang ada di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, sehingga
bisa menjadi ide atau gagasan yang berlanjut untuk membantu membangun desa yang
lebih efektif dan efisien.